Tulisan 1



Keramik Batik
1EB20
Dwi Pratiwi – 22213689

I.                   PENDAHULUAN
     Disaat krisis melanda, sebagai pengrajin keramik terus melakukan inovasi baru.Kreasi-kreasi unik dikembangkan. Batik memang selalu menjadi daya tarik tersendiri. Dari berbagai belahan dunia batik sudah layaknya dikenal sebagai kebudayaan Indonesia. Tak jarang kini batik sudah banyak diminati oleh berbagai kalangan, sehingga batik dapat diperhitungkan dalam pemasaran, hanya saja batik membutuhkan perhatian khusus dari sentuhan para pengrajin agar menjadi nilai seni yang tinggi.
Dengan membuat keramik batik para pengrajin bermaksud untuk mendokrak penjualan pasar yang samakin sepi. Melalui tangan pengrajin, keramik bisa dijadikan sebagai media batik dengan berbagai macam motif menarik. Selain unik, keramik batik yang hanya terbuat dari tanah liat juga merupakan hasil kerajinan yang lebih mempunyai nilai ekonomi tinggi. Dan keramik batik juga merupakan salah satu kerajinan yang dapat mengembangkan budaya Indonesia yang memiliki keunikan corak dan warna yang berbeda.

II.                ISI
      Kini bukan hanya pada lembar kain saja digunakan sebagai media batik. Dengan menggunakan tanah liat pengrajin menuangkan motif dan corak diubahnya menjadi hiasan unik. Berbagai macam bentuk keramik batik disulap menjadi barang yang elegan. Batik yang merupakan kesederhanaan yang berkelas dalam kebudayaan yang telah dikenal di beberapa negara-negara lainya. Batik memang menjadi daya tarik bagi konsumen. Pemasaran yang kian sepi, namun tidak menyurutkan semangat pengusaha para pengrajin untuk melebarkan sayap bisnis untuk jenjang mengekspor barang. Agar terlihat beda, pengrajin memang gemar menggunakan kekhasan batik Indonesia yang motif dan coraknya beragam seakan bermaksud membuat daya tarik tersendiri. Ide kreatif yang berdaya jual tinggi membuat produk dari keramik batik semakin banyak diminati oleh konsumen. Berikut adalah macam dan motif dari keramik batik :



    Keramik batik tersebut merupakan kerajinan tangan yang memerlukan teknik, kreasi dan imajinasi dalam pembuatanya. Oleh karena itu tak jarang untuk beberapa kerajinan keramik mempunyai harga yang sangat tinggi, terlebih keramik yang telah berusia ratusan tahun.
*Kendala Promosi
Keramik batik dapat diaplikasikan ke dalam pot tanaman, cangkir, vas bunga, teko keramik, gelas dan beragam bentuk lainya. Meskipun beragam bentuk dan sudah banyak diproduksikan, pengrajin masih menemui kendala dalam mempromosikan produk hasil buatanya. Kendala itu mencakup ketiadaan anggaran untuk promosi sekaligus keberpihakan pemerintah menjadi masalah klasik para perajin. Namun dengan bertekad menuju pasar dunia berbagai inovasi diperlukan sehingga pengusaha pengrajin dapat menghadapi krisis global yang terjadi saat ini dan tetap memperhatahankan produk hasil buatanya agar digemari masyarakat.
*Penjualan ke Mancanegara
Keramik batik masih dibutuhkan dalam pasar dunia, itulah yang diyakini selagi produk kerajinan ini masih menjadi pilihan pelengkap perangkat hiasan interior dan eksterior ruangan. Pasarnya kini cukup luas hingga ke mancanegara. Asal ada inovasi produk, pasti pesanan akan mengalir terus bersamaan dengan laba yang menjanjikan.
Nilai ekonomi keramik batik dalam pasar dunia memiliki nilai tersendiri, terlebih lagi dengan berhias batik yang dapat melestarikan dan mempromosikan budaya Indonesia. Dan ada beberapa keramik batik dengan tekad pengrajin dapat mengekspor  di beberapa negara yang telah bersaing dengan barang-barang impor lainya juga memiliki mutu sangat baik dan tidak kalah dengan barang-barang impor lainya.
Inilah pengusaha sukses keramik batik yang sudah menembus bisnis ekspor..
Merebut pasar domestik dengan mengembangkan karya-karya kreatif adalah pilihan pada saat pasar dunia lesu. Ini yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Pusaka Iwan Tirta Lidya Kusuma Hendra.

Penurunan pemasaran --> Muncul inovasi baru --> Produk baru --> Menarik konsumen  --> Kualitas bermutu

Persaingan dalam bisnis terkadang membuat resah. Dalam berbisnis banyak hal yang dibutuhkan terutama yang terpenting mengikat kencang tekad kita di dalam hati.Menghadapi krisis yang menghadang, Lidya tetap tegar. Mencoba untuk terus melanjutkan bisnis yang digelutinya, ia terus bertahan. Saat industriawan berorientasi ekspor berteriak karena sepinya order, dan melonjaknya harga bahan baku, semangat Lidya untuk mengembangkan produk baru justru menggebu.
Lidya mengangkat batik Indonesia dengan caranya sendiri, yakni dengan mengolaborasikan keindahan batik diatas produk keramik. Keindahan batik yang diyakini dapat menarik konsumen.Untuk sampai pada hasil yang dicapainya saat ini, Lidya rela berhenti sejenak dari target-target pasar. Melupakan sejenak ambisi mengekspor ke pasar Belanda, Perancis, dan Jepang.
Lidya menuturkan, sejak 17 bulan lalu, yaitu sejak pertemuannya dengan Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Rahmat Gobel, dan maestro batik Indonesia Iwan Tirta, serta dukungan Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) di sebuah pameran Inacraft di Jakarta, ia bertekad untuk bekerja lebih keras.
Lidya yang memulai cikal bakal industri keramik miliknya, PT Trimarga Jaya Hutama, mencurahkan perhatiannya untuk memberi nilai tambah pada produknya. Ia bertekad produknya harus memberi makna dan keuntungan yang fantastis.
Pilihannya jatuh pada memberi sentuhan batik pada perangkat makan keramik. Lidya meyakini sentuhan batik akan membuat keramiknya punya nilai tambah tersendiri.
Inovasi kreatif di industri keramik Indonesia bukan hanya monopoli Lidya. Seniman keramik Indonesia F Widayanto sudah membuktikan kreativitas dan inovasinya bersama pengusaha Jepang Noriyaki Kobayashi dan Budi Purnomo Otto.
Sentuhan artistik seniman terbukti telah memberi nilai tambah yang fantastis pada produk keramik. Ini diakui Lidya. ”Nilai tambahnya luar biasa. Satu perangkat dinner set yang dirancang untuk 12 orang bisa dijual sekitar Rp 350 juta, berkali-kali lipat produk perangkat makan keramik umumnya. Kerja keras ini membutuhkan ketelatenan dan kesabaran,” katanya.
Istri Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla, pun tertarik membawa karya agung keramik batik tersebut ke Amerika Serikat untuk diberikan sebagai cendera mata kepada Presiden AS Barack Obama.
Kini, menurut Lidya, tantangan terberat yang dihadapinya adalah suntikan modal. Ini karena industri kreatif masih dilirik sebelah mata oleh perbankan. Padahal, di saat krisis seperti ini, hanya kreativitas yang bisa menyelamatkan pengusaha.
Ada beberapa sumber-sumber ekonomi yang dilakukan Lidya. Dari apa yang dilakukan Lidya, Lidya memiliki sumber-sumber ekonomi yang menunjang kesuksesan berkarirnya.Berikut sumber-sumber ekonomi yang menunjang pelaksanaan kegiatan seperti produksi, pemasaran, pembelanjaan dan personalia adanya kebutuhan barang dan jasa yang tidak dapat dipenuhi satu macam perusahaan saja melainkan membutuhkan keikutsertaan perusahaan lainnya. Dengan adanya interaksi antara berbagai perusahaan dengan masyarakat atau konsumen menimbulkan adanya kegiatan ekonomi yang bersifat bisnis (orientasi mencapai laba).

III.             PENUTUP
Dibutuhkan banyak strategis dalam mendongkrak penjualan yang salah satunya adalah bekerja sama dengan pengusaha lainya, memberikan produk unggulan dan memberi pelayanan sebaik-baiknya kepada konsumen. Dan hal yang terpenting saat krisis untuk mendapatkan keuntungan fantastis dalam memulai usaha memerlukan inovasi baru meskipun dalam tekanan krisis (penurunan pasar), hingga pengusaha sampai pada tujuanya yaitu mendongkrak penjualan menuju pengusaha sukses.

IV.             Daftar Pustaka
Kompas. Com 2 Februari 2009
Widyatmini. 1996. Pengantar Bisnis. Edisi pertama cetakan kelima. Penerbit Gunadarma


Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar yang baik
*Link aktif tidak akan di publish komentarnya ConversionConversion EmoticonEmoticon