Tugas 4



Dwi Pratiwi – 22213689
Meka Safitriani – 25213422

Ulfa Wulandari – 29213030
1EB20
Tugas Minggu 4
1.     Sebutkan perbedaan wiraswasta dan wiraswastawan serta unsur apa yang dimiliki wiraswasta
Pengertian wiraswasta adalah melakukan usaha dengan kemampuan dan kekuatan sendiri.
Unsur-unsur yang dimilika wiraswasta :
-      Unsur pengetahuan
Mencirikan tingkat penalaran yang dimiliki seseorang.
-      Unsur keterampilan
Pada umumnya diperoleh melalui latihan dan pengalaman kerja nyata.
-      Unsur sikap mental
Menggambarkan reaksi sikap dan mental seseorang ketika menghadapi suatu situasi
-      Unsur kewaspadaan
Merupakan paduan unsur pengetahuan dan sikap mental dalam menghadapi keadaan yang akan datang.
Wiraswastawan adalah seorang yang mengorganisir, mengelola, dan menanggung risiko dari suatu kegiatan usaha yang dilakukan.
2.    Bagaimana perkembangan Franchising di Indonesia
Perkembangan Franchising di Indonesia
            Sebetulnya praktik bisnis waralaba secara formal telah eksis di Indonesia sudah hampir tiga dasawarsa. Tahun 1979 gelai pertama KFC dibuka di Jalan Melawai, Jakarta Selatan. Kini jaringan restoran cepat saji itu telah memiliki lebih dari 300 gerai di seluruh Indonesia. KFC juga dikenal sebagai pelopor bisnis waralaba yang berhasil di Indonesia.
            Dalam direktori Franchise Indonesia yang perkasai Asosiasi Franchise Indonesia, disebutkan bahwa franchise di Indonesia mulai dikenal sekitar 1970 dengan masuknya Kentucky Fried Chicken, Ice Cream Swensen, Shakey Pizza, yang kemudian disusul dengan Burger King dan Seven Eleven, diluar itu , sesungguhnya Indonesia sudah pula mengenal konsep franchise sebagaimana yang ditetapkan penyebaran toko sepatu Bata ataupun SPBU (Pompa Bensin).
            Sampai akhir dekade 1990-an, waralaba asing memang sangat mendominasi. Hanya ada satu-dua merek lokal, semisal Es Teler 77 dan California Fried Chicken, yang mampu eksis di tengah sengitnya persaingan. Situasi ekonomi nasional antara 1991-1996 yang diwarnai oleh kuatnya nilai tukar rupiah, membuat strategi membeli hak waralaba asing menjadi sangat masuk akal. Apalagi mengingat pola konsumsi dan gaya hidup sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih berorientasi kepada merek impor. Inilah yang menyebabkan waralaba asing begitu dominan pada kurun waktu tersebut.
            Namun, krisis ekonomi dan melambungnya nilai tukar dollar AS membuat banyak pemegang hak waralaba kesulitan membayar Franchise Fee maupun royalti-yang biasanya dibayarkan dalam bentuk valuta asing. Banyak franchise dari waralaba asing yang berguguran. Menurut konsultan waralaba Amir Karamoy, pertumbuhan waralaba asing di Indonesia pada kurun waktu 1998-2000 tercatat minus 86%. Namun, justru waralaba lokal pada kurun waktu yang sama mengalami kenaikan 40,2%.
            Tabel berikut menyajikan gambaran perkembangan Franchise di Indonesia sejak era sebelum krisis ekonomi sampai dengan tahun 2006. Jika pada tahun 1992 jumlah franchise asing baru 29, pada tahun 2006 telah mencapai 220 waralaba. Angka yang lebih fantastis dicatat oleh waralaba lokal yang tumbuh dari 6 perusahaan menjadi 230 perusahaan. Tahun 2006, terdapat 450 perusahaan waralaba yang tercatat, dengan jumlah outlet lebih dari 10.000 gerai diseluruh Indonesia. Jika satu gerai memperkerjakan lima orang saja, maka perkiraan jumlah pekerja franchise adalah sekitar 50.000 tenaga kerja langsung (direct labour).
Perkembangan Franchise di Indonesia
Tahun
Franchise
Total
Keterangan
Asing
Lokal
1992
29
6
35

1995
117
15
132

1996
210
20
230
Sejak terjadi krisis moneter akhir tahun 1997 – 2003, jumlah franchise yang beroperasi di Indonsia mengalami pasang surut
1997
(Juli)
235
30
265
2000
(Juli)
222
39
261
2001
(Juli)



2003



2005



Bisnis Franchise sudah mulai kembali
2006



Konsep bisnis lokal makin berkembang. Jumlah outlek baik milik perusahaan maupun franchise berjumlah lebih dari 10.000 outlet.

Menurut data Asosiasi Franchise Indonesia, antara tahun 2001-2006 terjadi pertumbuhan omzet dua kali lipat dalam bisnis Franchise di Indonesia. Jika pada tahun 2001 omzet yang tercatat hanya US$ 3 miliar, maka pada tahun 2006 angka itu sudah melampaui US$ 6 miliar . Tentu saja perkembangan itu sangat menggembirakan, walaupun jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang jumlah penduduknya jauh lebih kecil, angka ini masih kalah jauh. Pada tahun 2003 saja, omzet bisnis waralaba di Taiwan mencapai US$ 13 miliar, sedangkan di Belanda mencapai US$ 16 miliar.
            Dari tabel 2 tampak bahwa hanya ada tiga bidang bisnis waralaba lokal yang memiliki jumlah gerai terbanyak-yaitu restoran/kafe/karoke, bidang ritel dan pendidikan /kursus. Dikalangan investor, ketiga sektor memang menjadi primadona karena track record keberhasilanya. Itulah sebabnya ketiga sektor ini juga mencatat pertumbuhan jumlah gerai yang paling tinggi.
Jumlah Pemain Franchise Lokal di Indonesia
Tabel 2
Jenis Industri
November 2005
Awal 2007
Jumlah Perusahaan
Jumlah Gerai
Jumlah Perusahaan
Jumlah Gerai
Restoran, kafe, Butik Kafe dan karoke
55
2350
86
6200
Internet Cafe & Web Development
NA
NA
7
145
Pendidikan/kursus
19
910
43
1400
Ritel
10
1950
21
3200
Agen Property
1
9
1
9
Laundry
3
225
4
371
Rental Film
2
186
2
300
Otomotif
2
24
8
174
Desain grafis, percetakan, Fotografi,  dan Jasa Bisnis Terpadu
6
185
8
258
Travel
1
3
6
150
Salon
13
440
20
600
Printer dan tinta isi ulang
NA
NA
4
25
Lain-lain
8
301
10
445
Total
120
6583
220
13227

Tabel 3 ini memberikan gambaran kurang lebih sama-restoran dan jasa pendidikan menjadi primadona. Bedanya hanya pada sektor ritel , yang jumlahnya tidak sebanyak waralaba lokal.
            Besarnya modal merupakan faktor penghambat yang mungkin signifikan. Disamping itu, juga terdapat kendala regulasi serta tingginya standar yang diterapkan oleh pewarlaba ritel asing untuk membuka gerainya di Indonesia. Sejumlah tawaran menarik waralaba ritel lokal, merupakan pesaing serius bagi waralaba ritel asing. Apalagi, ritel lokal terbukti memiliki akses yang lebih baik terhadap pasokan barang-barang kebutuhan pokok yang diperlukan masyarakat Indonesia. 
Tabel 3
Jumlah Pemain Franchise Asing di Indonesia
           
Jenis Industri
November 2005
Awal 2007
Jumlah Perusahaan
Jumlah Gerai
Jumlah Perusahaan
Jumlah Gerai
Restoran, Kafe, Butik Cafe dan karoke
49
1892
66
1678
Pendidikan/kursus
14
291
28
1060
Ritel
9
166
7
191
Agen Property
4
147
9
305
Laundry
5
51
4
50
Rental Film
1
139
1
140
Otomotif dan Rental mobil
1
10
3
20
Percetakan
3
45
4
90
Salon
NA
NA
2
7
Lain-lain
4
22
7
76
Total
90
2762
131
3617

            Maraknya bisnis waralaba di Indonesia melatarbelakangi berdirinya AFI (Asosiasi Franchise Indonesia). Organisasi ini didirikan oleh beberapa perusahaan pemberi waralaba. Walaupun didirikan oleh pengusaha-pengusaha waralaba, AFI juga didirikan atas prakarsa pemerintah dan ILO (International Labourn Organization) yang mempunyai tujuan antara lain :
1.     Menjadi wadah bagi para pebisnis waralaba untuk meningkatkan usaha , profesionalisme dan etika.
2.    Menjadi pusat informasi waralaba
3.    Memberi masukan kepada pemerintah mengembangkan UKM menjadi usaha-usaha waralaba.
Keberadaan asosiasi seperti AFI memang diperlukan pada saat iklim bisinis telah begitu kompetitif. Selain berfungsi sebagai asosiasi yang memudahkan para pengusaha dalam melakukan advokasi kebijakan maupun berhubungan dengan stakeholdernya, AFI juga mengeluarkan kode etik untuk menjaga agar tidak terjadi persaingan tidak sehat diantara pelaku bisnis waralaba. Kode etik AFI harus dipatuhi oleh para anggotanya.
Bagi masyarakat konsumen, AFI merupakan watch dog agar pelaku waralaba tetap pada relnya. Sedangkan bagi investor maupun calon investor , asosiasi ini diharapkan berfungsi maksimal untuk memberikan rekomendasi mengenai perusahaan waralaba yang akan menarik dana masyarakat. Jangan sampai calon investor tertipu sehingga mau menanamkan modalnya pada perusahaan yang “seolah-olah” waralaba, tetapi sesungguhnya bukan waralaba.
3.  Beri 5 contoh Riil usaha Franchising yang bergerak di bidang :
- Pendidikan
- Kesehatan
-Salon dan perawatan
-Makanan dalam negeri/lokal
-Otomotif
Bergerak dibidang pendidikan
·         Tiara Bimbingan Belajar
·          Lembaga Pendidikan Bina Ilmu (LPBI)
·          Bimbel ENS
·          Kidzart
·          EF English First
Bergerak dibidang Kesehatan
·         02 Express (Oxygen bar/cafe)
·         Hip Hot
·         Rebel Gym
·         Sinergi Fitness Center
·         Apotek K-24
Bergerak dibidang salon dan perawatan
·          D Mutia spa & salon muslimah
·          Pure Beauty Care
·          International Beauty & spa
·         Martha Tilaar
·          Johnny Andrean Salon
Bergerak di bidang makanan dalam negeri/lokal
·          Red Crispy
·          Istana Sari Murni
·          Kebabs King
·          Pempek Patrol
·          Tastea
Bergerak di bidang otomotif
·          Raja Motor
·          King Auto Interior
·         Cleen Fresh 
·           The Auto Bridal Indonesia
·          LJM
4. Jelaskan perbedaan kewirausahaan dengan bisnis kecil dengan contoh kasus yang nyata
            Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang  lebih besar
.
Dan bisnis kecil adalah dioperasikan dan dimiliki secara independen serta tidak mendominasi pasarnya.  Jadi perbedaan kewirausahaan dengan bisnis kecil adalah Keinginan saat memulai bisnis dan dalam menumbuhkan bisnis tersebut.
Contoh kasus nyatanya adalah :Dalam bisnis kecil seperti tukang dangangan sayur di pasar hanya dalam ruang lingkup kecil dan tidak mendominasi pasar dan Dalam Kewirausahaan seperti wirausahaan KFC biasanya mengandalkan jaringan, rencana bisnis, konsesus, dan ingin menumbuhkan usaha menjadi lebih besar.
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar yang baik
*Link aktif tidak akan di publish komentarnya ConversionConversion EmoticonEmoticon