RINGKASAN SENI BUDAYA

RINGKASAN SENI BUDAYA

D
I
S
E
S
U
N
OLEH :

S E B A S T I A N U S

                                             
BAB 1 Apresiasi Seni Rupa
Seni Kriya
    Seni Kriya adalah seni yang cara membuatnya didominasi oleh keterampilan tangan. Karya yang dihasilkan tidak terlalu besar dan bias merupakan seni pakai atau seni pakai yang sudah berkembang menjadai seni murni.
     Bangsa Indonesia memiliki warisan seni budaya yang kaya , diantaranya adalah ragam hias  nusantara dengan beraneka variasi motif. Ragam hias tersebut dapat diterapkan dalam pembuatan seni kriya, seperti batik, relif/ukir, keramik, grafis, dan sulam (karya modern).

Keutuhan dan Kesatauan bentuk ragam hias tersebut mengalami perkembangan disetiap wilayah nusantara karena perbedaan (nilai kreativitas) manusianya. Ragam hias memiliki pola utama/inti yang menjadi cirinya seperti Geometris, Tangga, Tumpal, Kawung, Swastika, Meander, Manusia, Fauna, Flora, Benda dan Religius.



BAB 2 Berkarya Seni Rupa
A.  Batik
Busana batik dapat menampilkan pesona bagi pemakainya tanpa mengurangi rasa akrab dengan sesama. Batik dapat digunakan pada setiap kesempatan Resmi, Pesta, maupun acara Religius.
Membatik adalah menutup kain dengan menuliskan/menempelkan malam cair menggunakan canting atau alat cap/cetak. Tekniknya secara tradisional antara lain tulis dan cap, sedangkan secara modern adalah dengan cetak/sablon.

Bahan yang digunakan dalam membatik adalah:
Ø Kain.
Kain yang digunakan dalam seni batik adalah kain yang terbuat dari kapas (katun,mori) dan sutra.
Ø Malam
Semacam lilin yang tidak mengandung zat pembakar. Ada beberapa macam, yaitu Malam Kuning (liat), Coklat (mudah retak), dan Putih/Prafin (rapuh).
Ø Pewarna
Warna batik dihasilkan dari campuran berbagai jenis napthol (sebagai dasar) dan garam diazo (pembangkit warna).
Ø Canting dan Cap
Canting adalah alat khusus untuk menuliskan malam cair ke kain. Jenisnya ditentukan oleh besarnya lubang aliran atau sarat, yaitu canting Cecek (Kecil), Klowong (Sedang), dan Tembok (Besar).



Proses Membatik :
Persiapan Kain
Kain harus dicuci bersih dari kotoran yang dapat menghambat penyerapan warna pada saat pencelupan, lalu dijemur dan disetrika.



Pembuatan Desain/Motif Hias
Gambar bisa dibuat langsung pada kain atau menjiplak pola diatas meja kaca yang bawahnya diterangi lampu dan Pensi yang digunakan sebaiknya pensil jenis B.

Desain dibuat dengan pengembangan teknik Stilir dan Geometris.

·       Teknik Stilir adalah modifikasi dari motif global atau bentuk-bentuk alam menjadi lebih detail dan bervariasi dengan keterampilan imajinasi dan tangan.

·       Teknik Geometris adalah modifikasi secara geometris dengan alat bantu gambar seperti jangka, busur derajat, mistar, dan sejenisnya.

Penulisan/Penempelan Malam Cair dan Pencelupan/Pewarna.
Malam dicairkan kedalam kenceng dengan panas api kompor. Dituliskan dengan canting mengikuti pola pada bagian yang dimaksudkan tidak terkena warna pada saat pencelupan.

Pencelupan/Pewarnaan
Jika menggunakan lebih dari 1 warna, mulailah mencelupkan kain pada bak larutan napthol dan bak larutan garam diazo yang menghasilkan warna paling cerah/muda.

Pelorodan/Perontokan Malam
Kain yang mengandung malam dicelup dan diangkat dengan jepitan kedalam air mendidih berisi larutan soda abu. Lakukan berulang-ulang hingga semua malam terlepas
B.  Ukir
Kayu yang sering digunakan untuk mengukir antara lain adalah Akasia, Cendana, Jati, Mahoni, Nangka, Sono Keling, Pinus.
Alat umum yang dipakai : Gergaji, Serutan, Golok, Amplas.

Macam-macam pahat antara lain yaitu :
·       Penguku dan kol : membuat bagian yang melingkar, cekung, cembung dan ikal.
·       Penyilat       : meratakan dan meluruskan
·       Pangot         : meraut dan merapihkan sudut-sudut ukiran.

C.  Sulam
Sulaman ini lebih diarahkan kepada pembuatan ornamen benda pakai seperti Saputangan, Taplak Meja, Sarung Bantal, Ornamen pada Busana dan sejenisnya.
Ada sejumlah pola hias yang bias dipakai dalam membuat karya sulam yaitu antara lain :
·       Pola Tebar
Biasanya berupa motif-motif kecil yang diletakkan teratur dengan jarak tertentu.
·       Pola Berangkai
Pola ini erupakan pola tebar yang dihubungkan satu dengan yang lain.
·       Pola Pinggiran
Diletakkan pada bagian pinggir kain secara sejajar dan saling berhubungan. Beberapa jenisnya antara lain sebagai berikut :
§  Motif Simetris
§  Motif Berdiri
Motif dengan bagian bawah/luar lebih kecil/sempit.
§  Motif Bergantung
Motif dengan bagian bawah/luar lebih besar/luas.
§  Motif Berbaris/Menjalar
Motif memiliki kesan bergerak searah, biasanya berbentuk tidak simetris.
§  Motif Memanjat
Motif tidak simetris yang memiliki kesan menjalar lurus keatas.
·       Pola Sudut
Pola khusus untuk menghias bagian sudut kain.

·       Pola Bebas
Pola yang bentuk dan penempatannya bebas menurut keinginan.Namun, harus mempertimbangkan hal berikut:
ü Harmonis dan memperindah objek.
ü Tidak mengganggu jahitan utama.
ü Tidak mengganggu kenyamanan pemakainya.
D.  Penyesuaian Warna
Penyesuaian warna adalah keserasian warna antara kain dengan benang dan benang dengan benang yang digunakan.

E.  Menyulam
Menyulam adalah menjahitkan benang secara dekoratif, untuk itu diperlukan pengetahuan tentang tusuk dasar.
















                                                      

BAB 3 Apresiasi Seni Rupa
Gambar Persepektif
Persepektif adalah teknkik untuk menggambarkan objek berupa benda, ruang (Interior), dan lingkungan (Eksterior) seperti yang terlihat oleh mata manusia kedalam bidang datar.
1. Persepektif Satu Titik Hilang
Persepektif ini terjadi jika kita melihat suatu benda dengan garis pusat pandangan tegak lurus terhadap salah satu permukaannya dan garis-garis vertikal dan horizontal.

2. Persepektif Dua Titik Hilang
Seara Teknis hampir sama dengan satu titik hilang. Teknik ini menggunakan dua titik fokus pada garis horizontal.

3. Persepektif Tiga Titik Hilang
Dengan persepektif tiga titik hilang, dimensi objek akan semakin jelas dan akurat, tapi distrosi penampakan objek semakin besar.




                                                                                      
BAB 4 Berkarya Seni Rupa

Merancang dan Membuat Seni Pakai 3 Dimensi
Untuk mengaplikasikan gambar persepektif, rancanglah karya seni rupa 3 dimensi dan pilihlah yang terbaik dan paling memungkinkan untuk dibuat bendanya secara kelompok.


Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar yang baik
*Link aktif tidak akan di publish komentarnya ConversionConversion EmoticonEmoticon