Ringkasan IPA untuk SMK

BAB. 1 KOMPONEN DAN MACAM EKOSISTEM
Ekosistem adalah Interaksi antara komponen biotik dan abiotic.
Ilmu yang mempelajari tentang Ekosistem disebut Ekologi.
Komponen Ekosistem ;
1.      Komponen Biotik adalah ekosistem yang tersusun dari mahkluk hidup.
2.      Komponen Abiotic adalah adalah lingkungan dari abiotic.


A.     KOMPONEN EKOSISTEM
1.      Komponen Biotik
Komponen Biotik dalam ekosistem tidak dipelajari secara individual, tetapi dalam satuan Populasi dan Komunitas .

Populasiadalah kumpulan mahkluk hidup yang sejenis yang menepati suatu kawasan tertentu.
Komunitasadalah Interaksi antara suatu area tertentu.

HIRARKI MAHKLUK HIDUP
INDIVIDU
POPULASI
KOMUNITAS
BIOTA(kumpulan hewan)
BIOMA(kelompok hewan dan tumbuhan)
BIOFERA(berbagai macam kehidupan)

2.      Komponen Abiotik
·        Cahaya
·        Udara
·        Air
·        Batu dan Tanah
·        Suhu
·        Topografi (keadaan tinggi rendahnya disuatu permukaan bumi)




Komponen Abiotik beserta alat Ukurnya
Komponen Abiotik
Alat Ukur
Intensitas Cahaya
Lux Meter
Suhu
Termo Meter
Kelembapan Relatif
Termometer Basah Kering(Psikometer)
Suhu Tanah
Termometer Tanah
pH
Kertas Indikator pH



B.     INTERAKSI DALAM EKOSISTEM
1.      Interaksi antar komponen Biotik  
a.      Mutualisme
Bentuk interaksi antar komponen dimana mereka saling menguntungkan.Mutualisme dibagi menjadi 2 :
1)      Falkultatifadalah mahkluk hidupnya biasa hidup tanpa partner, (bias hidup sendiri)
Contoh : kutu, semut
2)      Obligatifadalah harus hidup berMutualisme (harus mempunyai teman hidup).
Contoh : Sapi dan bakteri.
b.      Komensalisme
Bentuk interaksi dimana yang 1 diuntungkan dan yang lain tidak terpengaruh
Contoh : Ikan hiu dan ikan mefora.

c.       Alelopati
Yang mana keberadaan 1 organisme dapat menghambat pertumbuhan atau perkembangan organisme lainnya melalui pelepasan toksin.
Contoh : Virus, bakteri, kuman dll.

d.      Predasi
Yang mana 1 organisme memakan organisme lainnya.
Contoh : Ikan Nila memakan anaknya.

e.      Kompetisi
Yang mana para mahkluk hidup harus bersaing. Ada 2 macam :
1)      Interapesifikadalah kompetisi sesama jenis
2)      Interspesifikadalah kompetisi berbeda jenis

f.        Farasitisme
Yang mana 1 jenis organisme atau parasit hidup bersama atau menumpang dengan organisme lainnya(INANG) dan menimbulkan kerugian bagi organisme yang ditumpanginya.
Contoh : cacing pita dalam  usus, benalu dengan langsat.







INTERAKSI ANTAR KOMPONEN BIOTIK DENGAN ABIOTIK
ð  Rentang toleransiadalah kemampuan hidup organisme pada kondisi lingkungan tertentu.
ð  Hukum toleransimenyatakan bahwa kebertadaan, kelmpahan, dan penyebaran spesias tertenru dalam suatu ekosistem ditentukan oleh satu atau lebih factor fisik dan kimia lingkungan yang masih bias di toleransai oleh spesias tersebut.
ð  Batas Toleransi  adalah batas minimum dan maksimum kondisi fisik dan kimia lingkungan untuk bertahan hidup.
ð  Adakalanya suatu populasi sangat dipengaruhi oleh suatu jenis komponen abiotic atau factor pembatas.
Contohnya :
·        Kandungan Fosfor pada tanah bagi tanaman Jagung.
·        Salinitas, Jumlah mineral anorganik atau garam yang terlarut pad air laut.
·        Eutrofikasi, contoh dimana komponen biotic dan abiotic saling mempengaruhi. Ketika suatu sungai atau danau menerima masukan nutrisi , seperti natrium, kalium, dan forfor, dalam jumlah yang besar.

C.     Macam-Macam Ekosistem
Ada 3 Bagian besar :
1.      Darat
2.      Akuatiq
3.      Buatan

1.      Ekosistem Darat
ð  Hutan Hujan Tropis, Berada disekitar garis khatulistiwa. Dengan ciri – ciri sevagai berikut :
·        Intensitas curah hujan tinggi
·        Intensitas Cahaya Matahari
·        Lama waktu siang malam saman
·        Keanekaragamaan sepesias tinggi
·        Mengalami 2 musim, Panas dan dingin

ð  Padang Rumput, biasa disebut STEFA, dengan ciri-ciri :
·        Intensitas curah hujan rendah
·        Vegetasi pada rumput rerumputan dan semak
·        Produktifitas padang rumput relative lebih rendah

ð  Padang Gurun, ciri-cirinya :
·        Intensitas curah hujan rendah
·        Biomakri (mahkluk hidup yang mampu bertahan pada padang gurun)
ð  Hutan Gugur Temprata,dengan ciri-ciri :
·        Intensitas curah hujan lebih rendah dari pada curah hujan hutan tropis
·        Mengalami 4 musim
·        Keanekaragamaan spesias sedang

ð  Taiga,ciri-cirinya :
·        Mengalami musim dingin yang sangat dingin
·        Musim panas yang singkat dan dingin

ð  Tundra :
·        Tanpa Pohon
·        Suhu rata-rata dibawah titik beku
·        Intensitas curah hujan rendah

Karakteristik Tundra yaitu :
-         Suhu dingin yang ekstrim
-         Keragaman spesias rendah
-         Struktur vegetasinya sederhana
-         Musim tumbuh dan berkembang biak pendek

Tundra dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1.     Tundra Artik, terletak di Kutub Utara dengan kondisi lingkungan menyerupai gurun, tetapi gurun dengan suhu lingkungan yang dingin. Hewan yang ada pada Tundra Artik antara lain Serigala, Rubah, Beruang Kutub, Tupai, serta berbagai jenis burung dan serangga.

2.     Tundra Alpine, Terletak di ketinggian gunung dimana pepohinan tidak dapat tumbuh. Hewan yang ada pada Tundra Alpine antara lain Marmot, Kambing Gunung, Domba, dan berbagai jenis Burung.







2.      Ekosistem Akuatik
Ekosistem ini tidak telalu dipengaruhi oleh suhu lingkungan dan curah hujan. Kedalaman dan arus air sangat berperan dalam ekosistem ini. Kedalaman menentukan sejauh mana matahari dapat berfenetrasi kedalam perairan.Semakin dalam perairan, maka cahaya tidak dapat masuk hingga ke dasar perairan.
Ekosistem Akuatik dibagi menjadi 2, yaitu :

a.      Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar dapat digolongkan menjadi Danau, Lahan Basah, dan Sungai,

·        Danau

Struktur Danau :

-         Zona Litoral adalah Bagian dasar danau yang dangkal
-         Zona Limnetik adalahBagian danau yang tebuka
-         Zona Fiotik adalah Cahaya Matahari masih biasa berfenetasi
-         Zona Afotik adalah Cahaya Matahari tidak bias berfenetrasi

·        Lahan Basah
Lahan Basah disebut juga Wet Land, adalah suatu daerah yang digenangi air sehingga kondisinya menyokong untuk kehidupan berbagai jenis oerganisme akuatik. Lahan basah dibedakan menjadi 3, yaitu :

1)      Rawa (Marsh)
2)      Rawa Lumpur (Swamp)
3)      Tanah Gambut (Bog)

·        Sungai
Sungai adalah badan air yang begerak terus-menerus menuju satu arah.Sungai dibagian hilir lebih tinggi kandungan materi organiknya karena arusnya relative rendah dibandingkan dibagian hulu. Namun pada bagian hulu sungai lebih tinggi kadar oksigennya dibandingkan pada bagian hilir karena arus sungai yang tenang.




b.      Ekosistem Laut
Terdiri dari beberapa zona, yaitu :

·        Zona Interkidal adalah zona pasang surut
·        Zona Neritik adalah zona laut dangkal
·        Zona Pelagik adalah zona laut terbuka

Berdasarkan ada atau tidak adanya penetrasi cahaya, ekosistem laut dibagi menjadi :
Ø Zona Fotik adalah area permukaan laut yang masih dapat menerima cahaya matahari dalam jumlah yang cukup untuk proses fotosintesis organismenya.
Ø Zona Bentikadalaharea dasar laut
Ø Zona Afotik adalaharea pertengahan antara permukaan dengan dasar laut yang tidak menerima masukan cahaya matahari yang cukup untuk proses fotosintesis organismenya.

3.      Ekosistem Buatan
Merupakan Ekosistem yang diciptakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya untuk diambil manfaatnya, contohnya :

·        Sawah
·        Waduk
·        Tambak
·        Perkebunan Kopi
·        Hutan tanam produksi seperti, Jati & Karet













BAB. 2 ENERGI DALAM EKOSISTEM
A.     Aliran Energi
Aliran Energi adalah jalur satu arah dari perubahan ekosistem.Semua zat organik dalam tumbuhan disebut C6H12O6 atau Glukosa.Tumbuhan disebut AUTOTROF karena mampu membuat makanan sendiri. Jenis-jenis aliran Energi :
1.      Tingkat Trofikadalah sekelompok organisme yang memiliki sumber makanan tertentu.
Konsumen dibagi menjadi beberapa, misalnya :
Konsumen 1 : Herbivora
Konsumen 2 ; Karnivora
Konsumen 3 : Tersier
Dekompose  : Bakteri

2.      Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan
Rantai makanan adalah proses makan dan dimakan antara satu tingkat trofik dengan trofik lainnya membentuk satu urutan tertentu.
Rumput => Belalang =>Kadal=>Elang

Jaring-jaring makanan adalah hubungan makan dan dimakan yang kompleks saling bercabang, berkaitan.


















BAB. 4 AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup)
A.     Kebijakan apa yang diambil dalam menangani lingkungan hidup antara lain :
·        Undang-undang No 23 tahun 1997 pasal 18 :
1.      Setiap rencana usaha dan/ kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup untuk memperoleh izin melakukan usaha dan/atau kegiatan.

·        PP Nomor 27 tahun 1999 Pasal 3 pada ayat (1) disebutkan bahwa usaha dan/atau kegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup meliputi :
1.      Pengubahan bentuk lahan dan bentang alam
2.      Eksploitas sumber daya alam
3.      Proses atau kegiatan yang yang hasilnya mempengaruhi kelestarian alam

·        KEPMENLH Nomor 17 tahun 2001
Aspek-aspek yang berperan dalam Kebijakan lingkungan:
1.      Sosial
2.      Ekonomi
3.      Politik
4.      Lingkungan



B.     Dampak Pembangunan

Pembangunan merupakan upaya untuk mengelola dan memanfaatkan sumber  daya untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Proses pembangunan memerlukan AMDAL yaitu agar kita mengetahui dampak-dampak penting yang mungkin terjadi sebagai akibat pembangunan.


Pedoman-pedoman menentukan dampak penting :
1.      Jumlah manusia yang terkena dampak
2.      Luas wilayah persebaran dampak
a.       Didalam areal
b.      Diluar Areal
3.      Lamanya dampak berlangsung
4.      Intensitas dampak yang ditimbukan





C.     AMDAL
AMDALadalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan.

ANDALadalah Tela’ah (menagnalisis secara sistematis) secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha atau kegiatan.


Pendekatan study amdal adalah dibagi  :
1.      Pendekatan amdal kegiatan tunggal
2.      Pendekatan amdal kegiatan terpadu
3.      Pendekatan amdal kegiatan dalam kawasan
4.      Pendekatan amdal kegiatan regional


ð  Pemrakasa dan Penyusun Amdal
Pemrakasa adalah orang yang berperan sebagai penyusun usaha

Penyusun Amdal adalah konsultan

Penilai Amdal yaitu oleh komisi Penilai Amdal dan dibantu oleh Tim Teknis



ð  Komponen dokumen Amdal
a.       KA Andal
b.      Andal
c.       RKL
d.      RPL

ð  Manfaat Amdal :
a.       Manfaat pada pemerintah
b.      Manfaat pada Masyarakat

c.       Manfaat pada Pemarkasa
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar yang baik
*Link aktif tidak akan di publish komentarnya ConversionConversion EmoticonEmoticon