I. Pendahuluan
Sepertinya kecintaan Indonesia terhadap produk buatan dalam negeri masih kurang. Buktinya, produk bulu mata bikinan produsen lokal masih sedikit yang menyerap. Yang terjadi justru sebaliknya terhadap produk bulu mata dan rambut palsu Purbalingga. Dimana produk bulu mata lokal lebih laris di luar negeri. Kini bulu mata dan rambut palsu sudah mengalami peningkatkan dalam mengekspor ke berbagai negara. Bulu mata dan rambut palsu Purbalingga mempunyai pasar utama di Amerika Serikat sekitar 70 persen. Hal tersebut mempunyai hak istimewa untuk Indonesia yang terus mendapat dukungan dari pemerintah dan seluruh pelaku usaha.
II. Isi
Salah satu produk yang banyak mencuri perhatian indonesia ialah bulu mata dan rambut palsu yang merupakan produk asal Purbalingga. Kabupaten Purbalingga merupakan sentra industri rambut palsu (wig) dan bulu mata palsu. Tercatat 19 industri, yang berstatus penanaman modal asing (PMA) dimana sebagian besar dari Korea. Dengan didukung SDM yang ada di daerah Purbalingga dan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah Purbalingga, industri ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di daerah Purbalingga.
Krisis keuangan global yang terjadi tahun 2008 tidak memberi dampak yang cukup signifikan terhadap ekspor. Hal ini dapat dilihat dari nilai ekspor rambut palsu pada tahun 2009 sampai dengan bulan Agustus yang mencapai sekitar US $ 89 Juta, atau naik 5,88 % dari nilai ekspor pada periode yang sama pada tahun 2008 yang hanya mencapai US $ 84 Juta. Perkembangan industri tersebut diatas masih mengalami beberapa kendala, diantaranya :
- Terbatasnya ketersediaan bahan baku berkualitas ekspor didalam negeri, seperti bahan baku rambut alami maupun imitasi.
- Sedikitnya penyerapan produk industri tersebut oleh pasar dalam negeri.
Kendati demikian pengusaha industri rambut dan bulu mata palsu berencana menaikkan produksinya agar pengusaha lokal di Purbalingga tidak mati.Terlepas dari berbagai kekurangan dan kelebihanya industri rambut palsu/wig dan bulu mata palsu di Kabupaten Purbalingga masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.
PT Brawling Wisnu Satriya adalah salah satu perusahaan yang memproduksi bulu mata palsu berbahan karet sintetis dan bulu mata dari rambut asli atau biasa disebut juga Human hair yang sejak tahun 2009. Produk bulu mata ini sudah diekspor ke Australia, London, dan Nigeria. Biasanya untuk kawasan Asia Pasifik lebih banyak memilih bulu mata dengan jenis sintetis, Sedangkan untuk Eropa dan Amerika mereka lebih banyak meminta bulu mata dengan jenis human hair.
Setiap bulan sebanyak 200 pekerja PT Brawling Wisnu Satriya mampu memproduksi sekitar 100 ribu hingga 300 ribu bulu mata palsu. Sekitar 5.000-10.000 diantara angka tersebut diekspor keluar negeri. Sekitar 1.000-2000 diantara angka itu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pasar Ekspor terbesar ialah London yang setiap bulan bisa membukukan nilai transaksi 3.000 dolar AS.
*Manfaat Industri Bulu Mata dan Rambut Palsu Purbalingga
Banyaknya memproduksi bulu mata dan rambut palsu, tak pelak kini industri ini menjadi industri karya terbesar di Purbalingga.Keuntungan terbesar keberadaan industri wig dan bulu mata palsu bagi Purbalingga adalah penyerapan tenaga kerja. Sekitar 52000 orang terserap sebagai karyawan di subsektor ini. Jumlah tersebut belum termasuk tenaga kerja lepas yang bekerja secara lepas yang jumlahnya diperkirakan mencapai 6.500 tenaga kerja.
*Faktor Yang Menyebabkan Industri Ini Terus Berkembang
- Ketersediaan tenaga kerja yang murah
- Ketekunan dan ketelatenan masyarakat Purbalingga
- Wig dan bulu mata palsu yang tidak menggunakan mesin sehingga menyerupai aslinya.
*Peminat Terbesar bulu mata palsu dan wig yang gandrung Akan Fashion ialah Korea, Jepang, China, Malaysia dan Thailand.
Pemerintah menyatakan produk fashion seperti bulu mata dan rambut palsu (wig) Indonesia mampu meraup keuntungan mencapai USD 12 miliar (Rp 115 triliun) pada tahun lalu. Produk ini terjual hampir di 40 negara dunia.
Bahkan investor asal Korea Selatan siap berinvestasi di bidang industri rambut dan bulu mata palsu dikabupaten Purbalingga, Jawa Tengah dengan investasi senilai Rp 35 Miliar. Dua investor asal korea terdiri PT Yejin Raya Jetis Toyareka Km 4, Kecamatan Kemangkon dan PT Du Dream di jalan Soekarno Hatta Km 2 no 100, Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah.
Kepala Dinas Penindustrian Kabupaten Purbalingga Mukodam menjelaskan bulu mata yang diproduksi di Purbalingga terdapat 3.800 item atau model. Begitu juga warnyanya sebanyak warna dengan item tersebut. Sedangkan bahan bakunya dari rambut asli maupun sintetis (plastik) yang diimpor dari India dan selebihnya dari masyarakat Purbalingga sendiri.
Industri wig ekspor Purbalingga termasuk 2 besar di dunia setelah China. Industri ini besar karena juga didudukung oleh Penanaman Modal Asing (PMA) Kabupaten Purbalingga. Industri wig dan bulu mata palsu Purbalingga ini memberikan kontribusi mayoritas ekspor Kabupaten Purbalingga. Besarnya Volume produksi, ditambah kualitasnya yang baik membuat wig dan bulu mata palsu buatan Purbalingga semakin terkenal. Bukan hanya sering diliput media televisi namun wig dan bulu mata palsu tersebut sudah merambah pasar Amerika dan Eropa. Sejumlah selebritis tanah air hingga bintang Hollywood diyakini menjadi salah satu pengguna made in Purbalingga.
Dan kini Purbalingga merupakan penyumbang devisa tertinggi di Indonesia dalam hal industri bulu mata dikarenakan kabupaten Purbalingga Jawa Tengah menyumbangkan 56,10 % investasi industri se-Indonesia dengan nilai US$ 19.033.000 dari total US$ 21.985.000 dalam skala nasional. Investasi tertinggi disumbang dari sektor industri rambut dan bulu mata palsu.
Berdasarkan penelitian PT Lembaga Penelitian, Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) telah menyumbangkan 56,10 % total investasi industri secara nasional. Tidak hanya itu, nilai ekspor rambut palsu dan bulu mata palsu Purbalingga ke dunia pada tahun 2009 mencapai US$ 53.083.602 atau mengalami pertumbuhan sebesar 50.97% dalam waktu setahun. Bahkan Amerika Serikat sebagai tujuan utama eksport mengalami pertumbuhan eksport hingga 55, 28% dengan nilai US$ 46.955.608 pada tahun 2009.
Kedepan, tenaga kerja Purbalingga bukan diarahkan menjadi buruh semata tapi menjadi entrepreneur yang bisa menguasi pasar baik lokal maupun internasional. Dan kalau bisa menjadi entrepreneur dengan bantuan dari pemerintah pusat yang diarahkan pada plasma-plasma atau UMKM yang ada di pedesaan dan BLK yang bisa menciptakan entrepreneur.
Saluran yang dipakai untuk Industri bulu mata palsu dan wig untuk menyalurkan barang hasil produksinya kepada konsumen mempengaruhi keputusan produsen dalam memilih saluran distribusi yang dipakai. Sebagai contohnya, jumlah pembeli bulu mata palsu dan wig, jika dengan frekuensi dalam jumlah yang kecil-kecil maka akan membuat produsen cenderung memilih saluran distribusi yang panjang untuk lebih meningkatkan produktivitas penjualan.
III. Penutup
Industri wig dan bulu mata palsu dikarenakan kualitas yang baik mengalami peningkatan industri sehingga menjadi merupakan ekspor 2 besar di dunia setelah china. Hal ini merupakan hasil dari ketelatenan dan etos kerja dari masyarakat Purbalingga, sehingga industri wig dan bulu mata palsu memberikan devisa tertinggi untuk Indonesia. Dan satu hal yang ikut terkait dengan tumbuhnya industri rambut palsu (wig) dan bulu mata palsu di Purbalingga tak lepas dari upaya pemdanya dalam menarik investor.
IV. Daftar Pustaka
- http://www.merdeka.com/uang/5-produk-indonesia-yang-curi-perhatian-dunia/bulu-mata.html
- http://www.academia.edu/4551300/Bab_1_Latar_Belakang?login=&email_was_taken=true
- http://industri.kontan.co.id/news/bulu-mata-lokal-lebih-disukai-di-luar-negeri
- http://www.purbalinggakab.go.id/komentar-warga/23-purbalingga/teknologi-industri/220-rambut-dan-bulu-mata-palsu-purbalingga-sumbang-pendapatan-tertinggi-indonesia
- Widyatmini. 1996. Pengantar Bisnis. Edisi pertama cetakan kelima. Penerbit Gunadarma
Sign up here with your email


Silahkan berkomentar yang baik
*Link aktif tidak akan di publish komentarnya ConversionConversion EmoticonEmoticon