About Lumpur Lapindo~
Nama : Dwi Pratiwi
Kelas : 2EB22
NPM : 22213689
Judul : About Lumpur Lapindo
Kelas : 2EB22
NPM : 22213689
Judul : About Lumpur Lapindo
i. Permasalahan
Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menanggulangi luapan lumpur, diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Namun, lumpur terus menyembur setiap harinya, sehingga sewaktu-waktu tanggul dapat jebol dan dapat mengancam permukiman warga yang dekat dengan tanggul
Sudah ada tiga tim ahli yang dibentuk untuk memadamkan lumpur berikut menanggulangi dampaknya. Mereka bekerja secara paralel. Tiap tim terdiri dari perwakilan Lapindo, pemerintah, dan sejumlah ahli dari beberapa universitas terkemuka. Di antaranya, para pakar dari ITS, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada. Tim Satu, yang menangani penanggulangan lumpur, berkutat dengan skenario pemadaman. Tujuan jangka pendeknya adalah memadamkan lumpur dan mencari penyelesaian cepat untuk jutaan kubik lumpur yang telah terhampar di atas tanah.
Oleh karena itu permasalahan yang sesungguhnya dalam lumpur lapindo yang menjadi pertanyaan sampai saat ini ialah apakah lumpur lapindo bisa tidak lagi menjadi bencana dan bisa terselesaikan?
ii. Analisa
Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi), adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak tanggal 29 Mei 2006. Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
Faktor terjadinya lumpur lapindo :
Terdapat kemungkinan yang menyebabkan terjadinya lumpur lapindo. Menurut ilmuwan ada yang mengatakan terjadinya lumpur lapindo murni disebabkan gempa berkekuatan 6.3 skala richter yang terjadi 2 hari sebelumnya di Yogyakarta. Ilmuwan tersebut menjelaskan meskipun jarak kejadian kedua peristiwa itu mencapai 250 kilometer, namun bentuk dan struktur formasi batuan di Sidoarjo memiliki karakteristik lensa yang mengamplifikasi dan memfokuskan gelombang seismik dari tempat gempa. Gejolak energi kemudian mencairkan sumber lumpur dan menumpahkannya ke dalam patahan yang terkoneksi dengan sistem hydrothermal.
Namun adanya juga kemungkinan yang menyebabkan terjadinya lumpur lapindo ialah tidak terpasangnya coasing pada lubang saat sudah menyentuh titik batu gamping. Awalnya, PT Lapindo sudah memasang casing 30 inchi pada kedalaman 150 kaki, 20 inchi pada 1195 kaki, 16 inchi pada 2385 kaki dan 13-3/8 inchi pada 3580 kaki. Namun setelah PT Lapindo mengebor lebih dalam lagi, mereka lupa memasang casing. Mereka berencana akan memasang casing lagi setelah mencapai/menyentuh titik batu gamping. Selama pengeboran tersebut, lumpur yang bertekanan tinggi sudah mulai menerobos, akan tetapi PT Lapindo masih bisa mengatasi dengan pompa lumpur dari PT Medici.
Dan setelah kedalam 9297 kaki, akhirnya mata bor menyentuh batu gamping. PT Lapindo mengira target sudah tercapai, namun sebenarnya mereka hanya menyentuh titik batu gamping saja. Titik batu gamping itu banyak lubang sehingga mengakibatkan lumpur yang digunakan untuk melawan lumpur dari bawah sudah habis, lalu PT Lapindo berusaha menarik bor, tetapi gagal, akhirnya bor dipotong dan operasi pengeboran dihentikan serta perangkap BOP (Blow Out Proventer) ditutup. Namun fluida yang bertekanan tinggi sudah terlanjur naik ke atas sehingga fluida tersebut harus mencari jalan lain untuk bisa keluar. Itu lah yang menyebabkan penyemburan tidak hanya terjadi di sekitar sumur melainkan di beberapa tempat. Oleh karena itu terjadilah semburan lumpur lapindo.
Yang dilakukan saat ini untuk menahan lapindo adalah dengan dibuatnya tanggul di sekitar lumpur lapindo dan kini lapindo sudah terlihat seperti lautan yang membahayakan. Banyak warga yang sudah kehilangan tempat tinggal, bahkan kehilangan sekolah tempat mereka bersekolah. Dan entah kapan tanggul tersebut cukup kuat menahan lumpur lapindo yang semakin meluas.
iii. Kesimpulan
Lumpur lapindo sudah menyebar ke beberapa kecamatan. Jika tidak ditangani dengan serius apa lumpur lapindo akan menyebar ke ¼ bagian indonesia. Sebaiknya pemerintah menangani ini dengan serius dan cepat agar lapindo menemukan titik jalan keluarnya.
iv. Sumber
- http://id.wikipedia.org/wiki/Banjir_lumpur_panas_Sidoarjo
- http://news.liputan6.com/read/2056665/ilmuwan-jerman-lumpur-lapindo-karena-bencana-alam
Sign up here with your email

Silahkan berkomentar yang baik
*Link aktif tidak akan di publish komentarnya ConversionConversion EmoticonEmoticon