Tulisan 3 Macam-Macam Kecelakaan Kerja - Perekonomian Indonesia



Macam-Macam Kecelakaan Kerja
1)    Penggunaan bahan kimia
Bahan kimia ada yang beracun dan ada yang tidak beracun. Bahan kimia yang beracun dapat memengaruhi kesehatan seseorang karena bahan kimia dapat masuk ke dalam tubuh melalui hidung ( menghirup gas kimia ), kulit ( terserap melalui kulit/mata ), mulut ( secara tidak sengaja menelan bahan kimia yang tercampur ke dalam makanan, minuman ).
a)    Gejala orang yang terpapar bahan kimia
Beberapa contoh gejala orang yang terpapar bahan kimia, yaitu :
-      Kepala pusing dan mengantuk, biasanya disebabkan oleh pelarut, cat, ozon dan asap ( termasuk rokok ).
-      Mata merah, berair, gatal, biasanya disebabkan oleh asap, gas, uap beracun, dan cairan pembersih.
-      Perut mual, muntah, dan sakit perut, biasanya disebabkan oleh debu logam, pelarut, cat, menghirup timbal dalam waktu lama.
-      Kulit merah, kering, dan gatal, biasanya disebabkan oleh pelarut, radiasi, nikel, detergen, cat, dan cairan pembersih.
b)   Upaya antisipasi penanganan
Upaya antisipasi penanganan terhadap bahan kimia, antara lain :
-      Departemen tenaga kerja di Indonesia mewajibkan perusahaan untuk memiliki lembar data tentang keselamatan pengguanaan bahan kimia
-      Para tenaga kerja diberi informasi atau penyuluhan mengenai bahan kimia dan bahayanya
-      Membaca peringatan yang ada di label bahan kimia
-      Merawat dan memelihara sarana kerja dari efek bahan kimia
c)    Upaya penanganan
Upaya penanganan jika memperlihatkan gejala keracunan bahan kimia, harus diketahui atau dicari dulu penyebab bahan kimianya dari jenis apa. Berilah pertolongan pertama jika tahu cara menanganinya, jika tidak tahu maka sebaiknya pasien secepatnya dibawa ke dokter atau rumah sakit terdekat.
2)   Kebisingan
Yang dimaksud kebisingan disini ialah tingkat suara yang ada di tempat kerja terlalu keras, sehingga dapat mengganggu dan merusak pendengaran. Kebisingan yang keras dapat menyebabkan hal-hal yang buruk bagi pekerja,  misalnya, pendengaran menjadi terganggu untuk sementara atau bahkan menjadi tuli, pusing, kantuk, tekanan darah tinggi, dan depresi sehingga ketika ada alarm tanda bahaya pekerja tidak mendengarnya.
a)    Upaya antisipasi penanganan
Upaya antisipasi penangananya terhadap kebisingan yaitu :
-      Peralatan yang akan menimbulkan kebisingan dirawat secara teratur oleh tenaga kerja yang ahli di bidang ini
-      Tenaga kerja menggunakan pelindung berupa tutup telinga
b)   Upaya penanganan
Upaya penanganan yang dilakukan, yaitu :
-      Peralatan yang telah rusak sehingga menyebabkan kebisingan harus secepatnya diperbaiki. Jangan menunggu hingga peralatan sudah rusak parah, baru diperbaiki
-      Pekerja beristirahat, jika keadaanya parah maka segera bawa ke rumah sakit
3)   Bahaya listrik
Setiap perusahaan tentunya menggunakan listrik, baik untuk penerangan maupun untuk mengoperasionalkan pekerjaan. Biasanya, penggunaan arus listrik di perusahaan lebih besar daripada di rumah. Arus listrik yang besar perlu diwaspadai, karena berpotensi untuk menimbulkan kecelakaan. Kecelakaan akibat terkena sengatan listrik ini dapat menimbulkan luka bakar, jatuh, bahkan kematian
a)    Upaya antisipasi penanganan
Upaya antisipasi penaganan terhadap bahaya listrik, antara lain :
-      Kabel atau bagian peralatan berarus listrik diberi penutup, jika rusak maka harus segera diganti
-      Peralatan listrik diberi ground
-      Peralatan elektronik harus mendapat perlindungan khusus
-      Daya pada sirkuit sesuai kapasitas
-      Tidak boleh ada tempat penyimpanan bahan bakar yang mudah terbakar dekat peralatan elektronik atau arus listrik
-      Menggunakan peralatan perlindungan yang tepat, misalnya sarung tangan atau pelindung wajah
-      Memberi prosedur tertulis untuk perawatan listrik dan peralatan elektronik
-      Memberikan pelatihan kepada pekerjaan mengenai bahaya listrik dan cara praktik kerja yang aman
b)   Upaya penanganan
Upaya yang dilakukan untuk menganani seseorang yang terkena sengatan listrik, penolong harus berhati-hati agar tidak langsung memegang korban, karena bila kita pegang orang yang tersengat aliran listrik maka kita akan ikut tersengat. Langkah yang baik dalam menolong orang yang tersengat listrik yaitu mematikan stop kontak terlebih dahulu, lalu si pasien dilepaskan dari sengatan dengan cara dikait dengan menggunakan peralatan yang tidak dapat dialiri listrik misalnya kayu. Kemudian, secepatnya dibawa ke rumah sakit jika mengalami luka yang serius.
4)   Ergonomi
Ergonomi mempunyai dua pengertian, yaitu :
a)    Penyerasian antara pekerjaan, jenis pekerjaan, dan lingkungan; tata kerja.
b)   Ilmu tentang hubungan di antara manusia, mesin yang dipakainya, dan lingkungan kerja

Kecelakaan kerja dapat terjadi karena ada kesalahan ergonomi sehingga timbul cedera dan luka pada tubuh
a)    Penyebab ergonomi
Penyebab ergonomi, antara lain :
-      Gerakan yang sama berulang-ulang
-      Beban berat yang berlebihan selama kerja
-      Menekuk dan memutar bagian tubuh dan bertahan lama pada satu posisi tubuh
-      Tubuh tertekan pada satu permukaan
-      Menggunakan peralatan yang bergetar
-      Keadaan panas atau dingin yang ekstrem
-      Organisasi kerja yang buruk
b)   Upaya penanganan
Upaya penanganan yang dilakukan , antara lain sebagai berikut :
-      Gerakan berulang-ulang dapat ditanggulangi dengan cara mengurangi jumlah pengulangan gerakan atau meningkatkan waktu jeda antarulangan, atau menyelinginya dengan pekerjaan lain
-      Beban berat fisik yang berlebihan dapat ditanggulangi dngan cara mengurangi gaya yang diperlukan untuk melakukan kerja, merancang ulang cara kerja, menambah tenaga kerja, dan menggunakan peralatan mekanik
-      Postur tubuh yang kaku dan beban statik di tanggulangi dengan merancang ulang cara kerja dan peralatan yang dipakai sehingga postur tubuh merasa nyaman
-      Tubuh tertekan ditanggulangi dengan cara memperbaiki peralatan yang ada
-      Peralatan yang bergetar yang menyebabkan getaran pada tangan ditanggulangi dengan cara mengisolasi tangan dari getaran
-      Panas dan dingin yang ekstrem ditanggulangi dengan cara mengatur suhu ruangan
-      Organisasi kerja yang buruk di tanggulangi dengan cara beban kerja yang sesuai, istirahat yang cukup, pekerjaan yang bervariasi, dan otonoi individu (kebebasan perorangan namun masih sesuai dengan aturan perusahaan)
5)   Kebakaran
Kebakaran di tempat kerja sering kali terjadi sehingga mengakibatkan luka bakar ringan, luka bakar serius, bahkan kematian. Api sebagai penyebab kebakaran dapat bersumber dari pembakaran yang terbuka, rokok, kegiatan las/pemotongan, radiasi dari benda panas, bunga api dari listrik, reaksi kimia, dan kilat.
a)    Upaya antisipasi penanganan
Upaya antisipasi penanganan terhadap kebakaran, antara lain :
-      Semua tenaga kerja diberi penyuluhan mengenai antisipasi kebakaran dan prosedur penanganan kebakaran sesuai aturan perusahaan serta mengenali bahan-bahan yang mudah terbakar dan meledak
-      Membuat daftar hal-hal yang dapat menimbulkan kebakaran dan sumber api
-      Bahan-bahan yang mudah terbakar dan meledak disimpan dengan benar
-      Memasang sistem pemadaman kebakaran, misalnya di tempat-tempat tertentu dipasang air mancur otomatis jika terjadi kebakaran
-      Menunjuk seseorang agar bertanggung jawab untuk mengoordinasikan pengaturan ruangan, pencegahan kebakaran, dan evakuasi
-      Aturan untuk mengurangi sumber api ditulis dan ditempelkan di tempat-tempat strategis
-      Merawat atau mengecek sistem keamanan untuk kebakaran
b)   Upaya penanganan
Upaya penanganan yang dilakukan, antara lain :
-      Saat terjadi kebakaran, semua orang yang berada di dalam ruangan/gedung itu harus keluar ruangan/gedung melewati pintu-pintu darurat
-      Jika api masih dapat ditangani dengan alat pemadam kebakaran, sebaiknya cepat-cepat dipadamkan
-      Menghubungi dinas pemadam kebakaran secepatnya bila api sudah di luar batas kemampuan untuk dipadamkan. Melaporkan kebakaran, beri tahu lokasi, besar/luas lokasi kebakaran, dan asal jenis api ( ledakan kompor, arus listrik, barang terbakar, gas, bensin, dan sebagainya )
-      Mengikuti prosedur penanganan dari tempat kerja
-      Memperingatkan orang lain dan meninggalkan tempat
6)   Stress
Stres merupakan perasaan tertekan akibat adanya masalah. Adanya stress yang berkepanjangan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh. Oleh karena itu, jika tubuh sudah merasa stress maka harus dicari penyebabnya dan upaya penangananya
a)    Penyebab stress di tempat kerja
Penyebab stress di tempat kerja dapat ditinjau dari dua faktor berikut
-      Faktor fisik dan mental: kelelahan, penyakit sulit tidur, pusing, maag, depresi, tegang, tekanan darah tinggi, kurang dihargai atasan, tempat kerja yang tidak nyaman, kerja shift, kurang kontrol pada pekerjaan, ventilasi dan penerangan yang buruk
-      Faktor sosioekonomis : gaji yang rendah, diskriminasi gender, prospek kerja  yang tidak jelas dan meningkatnya beban kerja
b)   Upaya antisipasi penanganan
Upaya antisipasi penangananya, antara lain :
-      Mendesain tempat kerja agar nyaman sehingga mempunyai kesempatan untuk mengubah postur tubuh dan merelaksasi otot
-      Sistem target pada penggajian biasanya menyebabkan stress, kelelahan, dan kecelakaan. Sebaiknya sistem target diganti dengan sistem keterampilan kualitas kerja dan senioritas sebagai motivator kerja.
c)    Upaya penanganan
Upaya penaganan yang dilakukan, antara lain :
-      Menggunakan waktu libur secara efetif
-      Berkumpul dengan teman-teman, sanak saudara yang dapat dijadikan tempat mencurahkan, mendiskusikan, dan menemukan solusi terhadap masalah yang dialami
7)   Pelecehan seksual
Pelecehan seksual merupakan upaya meremehkan atau merendahkan seseorang berdasarkan jenis kelamin. Pelecehan seksual yang terjadi di tempat kerja, biasanya dilakukan oleh atasan atau pria lain yang merasa berkuasa terhadap tenga kerja wanita
a)    Upaya antisipasi penanganan
Upaya antisipasi penangananya, antara lain :
-      Tidak pergi berduaan dengan atasan
-      Menggunakan pakaian yang sopan, sehingga tidak mengundang pria untuk melecehkan
-      Berkata dan berperilaku yang santun, sehingga menimbulkan rasa hormat/penghargaan diri dari kaum pria
b)   Upaya penanganan
Upaya penangananya, antara lain :
-      Menghindarkan diri dari pria yang akan dan telah melakukan pelechan seksual
-      Mencari tahu perangkat hukum yang bisa melindungi diri dari pelecehan seksual
Kesimpulanya adalah dengan berbagai macam kecelakaan kerja lainya dan juga dengan berbagai upaya penanganan dan upaya antisipasi yang disebutkan diatas diharapkan dapat diterapkan secara baik di lingkungan atau di sekitar kita. Agar para pekerja lebih berhati-hati dalam bekerja dan agar selalu ingat dengan keselamatan adalah bagian utama pada saat bekerja.
Referensi
Buku Keselamatan, kesehatan, keamanan kerja, dan lingkungan hidup (K3LH), Armico
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar yang baik
*Link aktif tidak akan di publish komentarnya ConversionConversion EmoticonEmoticon