Tulisan 2 Pembangunan Ekonomi - Perekonomian Indonesia



Pembangunan Ekonomi Di Negara Berkembang dan Negara Maju
Negara Maju adalah sebutan untuk negara yang menikmati standar hidup yang relatif tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata. Kebanyakan negara dengan GDP per kapita tinggi dianggap negara berkembang. Namun beberapa negara telah mencapai GDP tinggi melalui eksploitasi Sumber Daya Alam (seperti Nauru melalui pengambilan fosfor dan Brunei Darussalam melalui pengambilan minyak bumi) tanpa mengembangkan industri yang beragam, dan ekonomi berdasarkan-jasa tidak dianggap memiliki status Negara maju.
Menurut Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, pembangunan ekonomi ialah usaha memperbesar pendapatan perkapita dan menaikkan produktifitas perkapita dengan jalan menambah peralatan modal dan keahlian.
Sedangkan menurut Simon Kuznets, berdasarkan pengamatannya di Negara-negara maju, ia menyimpulkan bahwa setiap proses pembangunan ekonomi akan terdapat tiga tanda, yaitu
  1. Produksi, baik jumlah maupun jenisnya terus-menerus bertambah
  2. Teknologi yang terus menerus berkembang
  3. Agar perkembangan ekonomi itu menjadi unsur yang tidak lepas dari pertumbuhan teknologi, dibutuhkan penyesuaian kelembagaan ideology dan sikap hidup.
4 unsur penting pembangunan ekonomi:
  1. Pembangunan ekonomi mengandung suatu proses perubahan yang terus-menerus.
  2. Pembangunan ekonomi mengakibatkan perubahan sosial.
  3. Pembangunan ekonomi berupaya meningkatkan GNP per kapita.
  4. Pembangunan ekonomi berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.
Kriteria Pengukuran Keberhasilan Pembangunan Ekonomi
  1. Pendapatan Nasional
  2. Pendapatan  per Kapita
  3. Distribusi Pendapatan
  4. Peranan Sector Industri dan Jasa
  5. Kesempatan Kerja
  6. Stabilitas Ekonomi
  7. Neraca Pembayaran Luar Negeri
Perencanaan pembangunan di negara berkembang dan negara maju, serta permasalahan yang di hadapi
     Indonesia -->  Negara Berkembang
     Tingginya Disparitas (kesenjangan) antar wilayah
Adanya disparitas tersebut terjadi karena aktivitas ekonomi yang juga timpang. Di kota yang menjadi pusat bisnis, segala sarana dan prasarana tergarap dengan baik. Akan tetapi, di daerah yang bukan pusat bisnis, sarana dan prasarana tidak tergarap. Hal ini kemudian yang membuat aktivitas ekonomi jadi rendah di banyak daerah. Aktivitas ekonomis rendah, tingkat kemiskinan pun menjadi tinggi.
          Sumber Daya Manusia
Saat ini sekitas 50% tenaga kerja di Indonesia masih berpendidikan sekolah dasar dan hanya sekitar 9% yang berpendidikan diploma/sarjana. Kualitas sumber daya manusia inilah yang harus ditingkatkan karena potensi penduduk yang besar dapat dimanfaatkan untuk membangun perekonomian Indonesia. Dan persoalan itu sangat erat hubunganya dengan infarsturktur yang ada seperti rumah sakit, sarana pendidikan dan lainya.
          Optimalisasi Sumber Daya Alam Yang Masih Kurang
Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, sampai tahun 2010, bidang pertanian dan perkebunan Indonesia masih menjadi salah satu produsen besar di dunia untuk berbagai komoditas, antara lain kelapa sawit (penghasil dan eksportir terbesar di dunia) dan memiliki cadangan energi yang sangat besar untuk pemanfaatan bidang industri seperti batu bara, gas, alam. Namun, munculnya pihak asing yang bertujuan untuk mengerut keuntungan dengan memaksimalisasi sumber daya alam tanpa melihat keterbatasanya, membawa dampak yang luas terutama dalam pembangunan Indonesia itu sendiri.
          Amerika Serikat -->  Negara maju
          Fokus pada Pembangunan Militer
Dalam perencanaan pembangunanya, Amerika melakukan fokus atau penakananya di bidang keamanan. Amerika menghabiskan hampir seluruh anggaranya untuk belanja senjata dan keperluan militer. Dengan seluruh kekuatan tersebut, AS bersiap untuk menghadapi segala kemungkinan serangan dari militer Iran. Ini jelas membuat kesejahteraan rakyat yang menjadi prioritas untama menjadi terabaikan, karena prioritas pemerintah lebih pada membangun kekuatan militer. Sebagai gambaran, untuk tahun 2012 ini anggaran militer AS mencapai $660 milyar atau kurang lebih Rp 6,300 trilyun. Bandingkan dengan APBN Indonesia yang sacara keseluruhan hanya mencapai Rp 1,400 trilyun.
          Kemiskinan dan Pengangguran Akibat Resensi Ekonomi
Hutang pemerintah AS telah sedemikian besarnya, sedang disisi lain belum jelas benar sumber-sumber penerimaan untuk menutup defisitnya. Perekonomian AS belum pulih benar dari krisis 2008, pengangguran masih tinggi, neraca perdagangan masih defisit serta harga energi yang melonjak dua kali lipat. Resensi ekonomi besar-besaran berdampak pada jumlah pengangguran yang terus membangkak dan menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat AS dan mendekati kemiskinan yang ekstrem. Sumber daya manusia di Amerika sebenarnya berkualitas, namun karena jumlah penduduk Amerika Serikat yang semakin banyak maka industri tidak dapat menyerap semuanya. Angka kemiskinan Amerika meningkat menjadi 1,46 juta rumah tangga di 2011 dari 636 ribu pada 1996, atau naik 129 persen. Tiga tahun setelah terjadinya krisis keuangan dan ekonomi AS pada 2008 lalu, angka warga AS yang mengalami kelaparan setiap harinya terus meningkat.
          Tujuan Pembangunan Ekonomi
-      Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
-      Menjaga kestabilan harga
-      Mangatasi masalah pengangguran
-      Menjaga keseimbangan neraca pembayaran
-      Dan pendistribusian pendapatan yang lebih adil dan merata
Starategi Pembangunan Ekonomi
1.  Strategi Pertumbuhan
Strategi pembangunan ekonomi suatu Negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusatkan, sehingga dapat menimbulkan sfek pertumbuhan ekonomi. Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.
2.  Strategi Pembangunan dengan Pemerataan
Strategi ini dikemukakan oleh Ilma Aldemandan Morris. Yang menonjol pada pertumbuhan pemerataan ini adalah ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik social engineering, seperti melalui penyusunan rencana induk, paket program terpadu. Dengan kata lain, pembangunan masih diselenggarakan atas dasar persepsi, instrumen yang ditentukan dari dan oleh mereka yang berada “diatas” (Ismid Hadad, 1980). Namun ternyata model pertumbuhan pemerataan ini juga belum mampu memecahkan masalah pokok yang dihadapi negara-negara sedang berkembang seperti pengangguran masal, kemiskinan struktural dan kepincangan sosial.
3.  Startegi Ketergantungan
Kemiskinan di negara–negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara ingin terbebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungandari pihak lain. Langkah yang dapat ditempuh diantaranya adalah meningkatkan produksi nasional yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih mencintai produk nasional.
4.  Strategi Yang Berwawasan Ruang
Pada argumentasi Myrdall dan Hirschman terdapat dua istilah yaitu “back-wash effects” dan “spread effects” .
“Back-wash Effects” adalah kurang maju dan kurang mampunya daerah-daerah miskin untuk membangun dengan cepat disebutkan pula oleh terdapatnya beberapa keadaan yang disebut Myrdall.
“spread effects” (pengaruh menyebar), tetapi pada umumnya spread-effects yang terjadi adalh jauh lebiih lemah dari back-wash effectsnyasehingga secara keseluruhan pembangunan daerah yang lebih kaya akan memperlambat jalnnya pembangunan di daerah miskin.
Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschmanpercaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.
5.    Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
Sasaran strategi ini adalah menaggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun 1975, dengan dikeluarkannya dokumen: Employment, Growth, and Basic Needs : A One World Problem. ILO dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipengaruhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok dan sejenisnya.
Referensi :
·     http://jagoips.wordpress.com/2013/07/22/materi-negara-maju-dan-negara-berkembang/
·         http://dinargirindiawati.wordpress.com/category/materi/
·         https://mimimeila.files.wordpress.com/2013/03/tugas-1-kelompok_administrasi-pembangunan_negara-paralel-2011_masalah-perencanaan-pembangunan-di-negara-berkembang-dan-negara-maju-docx.pdf
·         http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29518/5/Chapter%20I.pdf
·         http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/perkembangan-strategi-dan-perencanaan-pembangunan-ekonomi-indonesia/
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar yang baik
*Link aktif tidak akan di publish komentarnya ConversionConversion EmoticonEmoticon